Senin, 24 Agustus 2009

Serigala Berbulu Ulama

Maaf ni sobat Mbah Cyber, judulnya agak sedikit nyeleneh ya. Mumpung lagi Bulan Puasa Mbah mau sedikit bikin artikel yang agak-agak nyerempet ke masalah religi.

Alkisah, sepasang merpati yang sedang bertengger dicabang pohon melihat seorang alim ulama datang dengan sebuah buku yang dikepit disatu tangan dan tongkat ditangan yang lainnya. Seekor merpati berkata kepada merpati yang lain " Mari terbang, orang itu bisa membunuh kita". Lalu pasangannya menyahut "Dia bukan pemburu, dia adalah seorang ulama, dia tidak akan membahayakan kita".

Sang Ulama yang melihat keberadaan burung merpati tersebut lalu memukulkan tongkatnya kearah merpati betina, lantas ia sembelih burung merpati betina yang udah lemah tak berdaya itu agar dagingnya menjadi halal. Merasa dizalimi, pasangannya mengadu kepada Nabi Sulaiman,AS.

Ulama itupun dipanggil ke istana. "Kejahatan mana yang saya lakukan?" sanggah sang ulama. Bukankah daging merpati itu halal lanjutnya. Lalu merpati jantan menimpal, " saya tahu bahwa itu halal bagimu tetapi jika engkau datang untuk berburu, semestinya engkau mengenakan pakaian pemburu. Engkau curang dan datang sebagai ulama".

Nah, sobat Mbah Cyber, poin penting yang ingin mbah sampaikan dari kisah diatas adalah seorang ulama atau intelektual memang sudah terlanjur dinisbatkan sebagai sosok pelindung kemaslahatan umum. Nalarnya memberi lentera di kegelapan, nuraninya memberi oasis ditengah-tengah krisis keyakinan, tetapi dalam realitas saat ini, banyak orang berpakaian ulama/intelektual tapi dengan peran yang ditanggalkan.

Coba anda lihat kondisi sekarang ini, khususnya di Indonesia. Mereka yang menggunakan atribut islam seperti sorban, jubah, jenggot dsb telah melukai hati umat islam. Bagaimana tidak? lihat saja apa yang baru saja dilakukan oleh Noordin CS. Dengan membawa nama islam mereka melakukan tindakan teror, seharusnya mereka melepas atribut yang berbau islam tersebut. Jika mereka benar-benar ingin berjihad dan mati syahid kenapa tidak berangkat berjuang ke Palestina, Irak atau Afganistan membantu saudara-saudara muslim kita yang memang betul-betul membutuhkan pertolongan. Jangan menebar teror dirumah saudara sendiri yang aman dan damai.

Mungkin itulah sedikit pesan yang bisa mbah sampaikan untuk generasi muda kita. Jadilah muslim yang bisa memberikan ketentraman untuk orang lain, jikalau engkau ingin berjihad maka carilah tempat yang benar-benar membutuhkan tenaga kamu. Jangan menebar teror disana-sini. Blog ini khusus sobat mbah yang anti sama yang namanya teroris.

Artikel Terkait:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Sehabis Membaca